Sosialisasi Demam Berdarah (DBD)

Sosialisasi Demam Berdarah (DBD)

5 591

IMG_0003
DONOMULYO, (10/02) -Di musim penghujan tahun ini untuk mengurangi meningkatnya wabah Demam Berdarah (DBD) Pemerintah Kota melalui Instansi terkait ,semakin gencar mengadakan sosialisasi untuk mencegah terjadinya wabah DBD. Dalam hal ini Instansi Kecamatan Donomulyo mengadakan sosialisasi pencegahan wabah demam berdarah yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Kecamatan Donomulyo, Kepala Puskesmas, Penilik PLS, kader-kader PKK yang mewakili tiap-tiap kelurahan masing-masing.

Dalam sosialisi ini dijelaskan mengenai gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) serta Gerakan 3M yaitu: menguras kamar mandi, menutup wadah/penampungan air dan mengubur barang bekas seperti kaleng yang bisa menampung air. Menurut Ibu Emmy, sosialisasi ini diadakan untuk memberikan pengertian kepada kader-kader PKK supaya nantinya bisa di sampaikan kepada masyarakat/warganya tentang bahaya dari wabah demam berdarah, karena penyakit ini tidak memandang usi, siapa saja bisa terkena penyakit ini.
IMG_0005IMG_0034IMG_0039IMG_0044
PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
Dalam pemberantasan kedua penyakit ini mempunyai masalah yang sama, antara lain belum ada vaksin serta obatnya. Begitu pula dari aspek binatang penular/vektor penyakit ini mempunyai kesamaan yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Peranan nyamuk ini sangat besar, karena hanya dengan gigitannya dapat memindahkan virus penyebab kedua penyakit tersebut. Bahkan, kadang-kadang satu ekor nyamuk dapat berkali-kali menggigit beberapa orang, yang berarti berkali-kali pula memindahkan virusnya. Atas pertimbangan alasan ini, maka pemberantasan kedua penyakit tersebut dititikberatkan pada pemutusan rantai kehidupan nyamuk aedes aegypti.
Dalam hidupnya nyamuk ini melewati 4 tahapan (stadium) yaitu: telur, jentik, kepompong dan nyamuk (dewasa). Biasanya pengendalian populasi nyamuk aedes aegypti dalam rangka pemberantasan penyakit chikungunya dan demam berdarah, dilakukan hal-hal sebagai berikut:
nyamuk-dbd
1. Penyemprotan dengan racun pembunuh serangga, misalnya Malathion.
Cara ini sasarannya adalah nyamuk (dewasa). Cara ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah mudah dan cepat membunuh nyamuk dewasanya, tetapi dianggap kurang baik karena hanya membunuh nyamuk dewasanya saja, sementara jantiknya tidak akan mati, begitu pula telurnya tetap dapat menetas di kemudian hari. Sehingga beberapa hari kemudian jentiknya akan menyusul menjadi nyamuk. Sedangkan telurnya segera menetas menjadi jentik apabila terkena air, kemudian menjadi kepompong dan segera menjadi nyamuk lagi. Dengan demikian hasil penyemprotan tidak memberikan dampak yang berarti kecuali hanya beberapa saat saja. Selain itu, apabila dilihat dari aspek lingkungan, cara penyemprotan ini dapat menimbulkan dampak yang negatif, diantaranya beberapa spesies atau jenis binatang yang lain akan ikut mati dan dapat menyebabkan timbulnya kekebalan bagi nyamuk sasaran itu sendiri. Fenomena ini perlu dipahami oleh masyarakat agar kita tidak terlalu “mendewakan” cara ini sebagai sesuatu yang dapat menuntaskan masalah demam berdarah dan chikungunya.
2. Penaburan bubuk abate (temephos)
Obyek yang menjadi sasaran cara ini adalah jentik nyamuk, bukan nyamuk dewasanya dan bukan pula telurnya. Sehingga dapat dikatakan cara ini “tanggung”. Sebab walaupun secara rutin kita menaburkan bubuk abate, dan tidak disertai upaya pemberantasan yang lain, nyamuk tidak akan mati karenanya. Sementara itu telur yang ada siap menetas dalam beberapa waktu saja. Selain itu, masih ada tempat perindukan nyamuk yang terlewatkan atau tidak terjangkau oleh penaburan bubuk abate. Belum lagi kendala klasik yang lain seperti kurang berpartisipasinya masyarakat dalam penaburan bubuk abate sehingga tidak ada jaminan abate sampai pada sasaran.
3. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Secara teoritis, PSN merupakan cara yang terbaik. Sebab sasaran kegiatan ini adalah telur, kepompong dan jentik. Kegiatan PSN ini biasa disebut “3 M” yang meliputi: Menguras dengan menyikat dinding tempat penampungan air. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk. Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, tempat minuman mineral dan sebagainya.(10/02)..!!!

5 comments on “Sosialisasi Demam Berdarah (DBD)

  1. Kegiatan yang sangat bagus,
    semoga bisa bermanfaat lebih buat masyarakat, salam sukses dan sehat buat semua.

  2. DBD memang harus diwaspadai di musim yang sangat extrim ini,
    karena sewaktu-waktu bisa menyerang kita, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mari kita lakukan 3M, semoga kita semua bisa terhindar oleh penyakit ini.

  3. Mari kita sama-sama memusnahkan nyamuk penyebab DBD,
    sehingga penyakit ini tidak terus memakan korban. sukses

  4. terima kasih infonya,
    mari kita lakukan hal diatas, sehingga nyamuk ini tidak terus berkembangbiak dan mengganggu kesehatan kita, salam sehat

  5. Terima kasih sudah berbagi info yang sangat positif dan bermanfaat sekali.
    meningkatkan kewaspadaan lebih buat kami semua, sekali lagi terima kasih infonya, salam kenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>