Budaya

0 304

IMG_0009DONOMULYO, (15/10) – Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo menggelar penutupan Bersih Desa Donomulyo atau dengan nama lain Rasulan, yang di hadiri oleh Bapak Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna atau yang mewakili beserta rombongan, Bapak Camat Donomulyo Drs. Mardiyanto, Kepala Desa se Kecamatan Donomulyo, Muspika, Tamu undangan dan Warga masyarakat sekitar Desa Donomulyo. Acara penutupan di adakan, Gebyar Wayang Kulit semalam sutut dengan lawakan Topan dan andik, antusias warga meriah banget untuk hadir melihat hiburan yang berupa kesenian Jawa Wayang kulit,!!,(116/10).

0 258

DONOMULYO,(14/10) – Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan Kirab Budaya yang digelar di Kelurahan Donomulyo, kirab budaya diikuti 730 lebih peserta yang mengambil rute dari Perempatan SMK 06 Muhammadiyah Donomulyo dan finish di Lapangan Gelora Dhomas Shakti Donomulyo. Acara Tahunan kegiatan bersih desa ini, merupakan salah satu cara nguri-uri leluhur dan salah satu tekad serta wujud dalam hal menghormati para pendiri bangsa. Setelah rombongan kirab sampai di finish, masyarakat langsung menyerbu beberapa tumpengan jajan pasar dan sayuran. Pada hari sebelumnya beberapa event telah memeriahkan acara ini di antaranya event Pasar murah, bersih desa, gelar seni budaya, dan pagelaran wayang kulit sebagai acara penutup,!!!(15/10).

0 258

IMG_0033DONOMULYO (25/09) – Bupati Malang H. Rendra Kresna, Menghadiri Hajatan Pernikahan di Desa Banjarejo beserta rombongan, Camat Donomuylo Drs. Mardiyanto beserta Istri juga hadir memberikan Do’a restu dalam acara pernikahan tersebut. Dalam tuturnya beliau menekankan bahwa kehadiran kita dalam undangan tersebut menjadi ajang silaturrahim, menjalin keharmonisan, sedang meninggalkannya bisa menimbulkan dhoror, mengecewakan, serta terputusnya silaturrahim. Betapa senangnya hati jika mereka yang diharapkan hadir bisa terlihat di hari yang bahagia itu, bersalaman dan mendapat doa berkah,!!(06/10).

 

0 226

IMG_0016DONOMULYO, (10/09) – Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo menggelar acara Bersih Desa atau dengan nama lain Rasulan, yang di hadiri lansung oleh Bapak Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna beserta rombongan, Muspika Kecamatan Donomulyo dan Warga masyarakat Desa Sumberoto, puncak acara di adakan Gebyar Wayang Kulit semalam sutut dengan Dalang Ki Sambang Handoko dengan lakon Tumure Wahyu Makuto Rojo. Meskipun ritual ini hanya berlangsung sehari saja, namun para warga antusias banget untuk hadir melihat hiburan yang berupa kesenian Jawa Wayang kulit,!!,(14/09).

0 264

IMG_0035KEPANJEN (09/09) – Peringatan Hari Jadi ke-1255 Kabupaten Malang dipastikan sangat meriah. Mulai pertunjukan budaya, lomba olahraga, pisowanan agung dan acara menarik lainnya. Peringatan Hari Jadi ke-1255 Kabupaten Malang, dihelat di Stadion luar Kanjuruhan Kepanjen, ditandai dengan senam bersama Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dan aneka lomba olahraga yang diikuti masyarakat umum serta pejabat Pemkab Malang. Ketua Panitia Hari Jadi ke-1255 Kabupaten Malang, Helijanti Koentari mengatakan, kegiatan pertama peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang, ditandai dengan lomba olahraga tradisional. Perlombaan engrang, gobak sodor, Balap Karung, Bola Kasti dan semacamnya itu, sebagai permulaaan perayaan Hari Jadi ke-1255 Kabupaten Malang,” ujarnya,!!(14/09).

0 215

IMG_0021DONOMULYO, (22/08) SMP, SMK Islam Donomulyo menggelar acara halal bihalal dan pentas seni, acara di maksut dihadiri ole Bapak Bupati Malang H. Rendra Kresna hadir bersama rombongan dan Jajaran Muspika setempat, acara di mulai pukul 09.00 WIB. Pentas seni (pensi) yang diadakan tersebut adalah wadah untuk menyalurkan kreatifitas siswa. Hal ini dibuktikan dengan penampilan para siswa. Menurut Ibu Nina, selaku kepala sekolah, kegiatan ini bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan siswa. Kegiatan ini juga melatih siswa untuk mengekspresikan diri sebagai remaja. Dalam acara ini akan disemarakan dengan berbagai macam hiburan mulai dari Bazar, kesenian daerah, hingga ada band-band dari karya para murid SMK Islam Donmulyo yang ikut memeriahkannya,!!,(27/08).

0 248

IMG_0048DONOMULYO, (24/07) Untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintahan tingkat Kecamatan Donomulyo menggelar acara Halal bi Halal yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Donomulyo. Dengan suasana yang penuh kekeluargaan dan meriah saat acara Halal Bi Halal Idul Fitri 1436 H digelar.

Halal Bihalal 1436 H al hasil halal bihalal tanggal 24 juli 2015 dimana kita saling terkait atara atasan dengan bawahan dimana kita saling membutuhkan dan harus saling menghormati dan selalu memberi masukan yang baik untuk kita dan masyarakat . Selalu saling menghormati walaupun sebagai ulama dengan para pejabat dimana harus memiliki rasa keterikatan yang lebih baik sehingga kerukunan akan sangat erat baik bermasyarakat maupun di pemerintahan.

IMG_0071Dengan adanya kegiatan seperti ini, Camat Donomulyo Drs. Mardiyanto diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi semakin kompak dan bersatu hingga menjelang Pilkada pada 9 Desember 2015 mendatang dengan suasana semakin aman, nyaman dan kondusif serta masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat menciptakan kerusuhan dan memecah belah keadaan.

Mengakhiri sambutannya Kepala KUA Kecamatan Donomulyo mengatakan sebagai manusia yang kembali fitrah setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan hendaknya mampu menanamkan sifat-sifat yang terpuji dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun sifat tersebut seperti Ikfah yang artinya mempunyai keteguhan hati dalam pendirian, Konaah selalu bersikap apa adanya dan tidak ambisius, Sajaah selalu bergembira, bersyukur dengan apa yang telah dianugerahkan Allah terhadapnya dan Amanah selalu menyampaikankan segala sesuatu dengan baik dan benar,(27/07),!!.

0 349

IMG_0013
DONOMULYO, (20/04) Dalam rangka mermperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2015 Kecamatan Donomulyo memperingati Hari Kartini jangan hanya mengenai sanggul dan kebaya, Tapi bagaimana meningkatkan peran bersama, agar perempuan Indonesia berkualitas, cerdas, melahirkan anak yang sehat, dan menjadikan keluarga sejahtera,”
IMG_0005
Adapun Sejarah RA Kartini Adalah sebagai berikut, Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwono VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majaphit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja.
IMG_0010
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang Wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang Bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
IMG_0026
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun dan dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati pertama yang memberi pendidikan Barat kepada anak-anaknya. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Tidak lupa pula Hari Kartini ini dimeriahkan dari berbagai TK se Kecamatan Donomulyo dengan menunjukan kebolehan Drumband dan juga para wali murid ikut memeriahkan acara dimaksut.!!,(22/04)

0 606

IMG_0002
DONOMULYO, (14/04) Camat Donomulyo Drs Mardiyanto, beserta Staf menghadiri Syukuran pindah kantor Desa Tempursari. Dengan selesainya pembangunan gedung kantor Desa Tempursari terhitung mulai tanggal 29 April 2014, kantor Desa Tempursari pindah dan menempati gedung baru yang bertempat belakang Gedung yang lama.
IMG_0004IMG_0005IMG_0007IMG_0001
Dalam rangka menempati gedung kantor baru ini, seluruh perangkat Desa Tempursari mengadakan acara syukuran. Hadir pula dalam acara ini undangan Masyarakat sekitar perwakilan warga Desa Tempursari yang bermukim di desa di depan gedung kantor baru. Acara syukuran ini diisi dengan membaca Surat Yasin dan Tahlil.!!, (15/04)

0 450

IMG_0176

DONOMULYO, (17/01/2015) Camat Donmulyo Hari Krispriyanto, S.Sos,Msi menghadiri acara Gebyakan Wayang Kulit di Desa Mentaramanyang di hari (7) tujuh Dalang lokal Kecamatan Donomulyo.

IMG_0155Wayang kulit adalah seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari setengah milenium. Kemunculannya memiliki cerita tersendiri, terkait dengan masuknya Islam Jawa. Salah satu anggota Wali Songo menciptakannya dengan mengadopsi Wayang Beber yang berkembang pada masa kejayaan Hindu-Budha. Adopsi itu dilakukan karena wayang terlanjur lekat dengan orang Jawa sehingga menjadi media yang tepat untuk dakwah menyebarkan Islam, sementara agama Islam melarang bentuk seni rupa. Alhasil, diciptakan wayang kulit dimana orang hanya bisa melihat bayangan.

IMG_0148Cerita wayang bersumber pada beberapa kitab tua misalnya Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa dan Purwakanda. Kini, juga terdapat buku-buku yang memuat lakon gubahan dan karangan yang selama ratusan tahun telah disukai masyarakat Abimanyu kerem, Doraweca, Suryatmaja Maling dan sebagainya. Diantara semua kitab tua yang dipakai, Kitab Purwakanda adalah yang paling sering digunakan oleh dalang. Pagelaran wayang kulit dimulai ketika sang dalang telah mengeluarkan gunungan. Sebuah pagelaran wayang semalam suntuk gaya Yogyakarta dibagi dalam 3 babak yang memiliki 7 jejeran (adegan) dan 7 adegan perang. Babak pertama, disebut pathet lasem, memiliki 3 jejeran dan 2 adegan perang yang IMG_0146diiringi gending-gending pathet lasem. Pathet Sanga yang menjadi babak kedua memiliki 2 jejeran dan 2 adegan perang, sementara Pathet Manura yang menjadi babak ketiga mempunyai 2 jejeran dan 3 adegan perang. Salah satu bagian yang paling dinanti banyak orang pada setiap pagelaran wayang adalah gara-gara yang menyajikan guyonan-guyonan khas Jawa.