Budaya

0 40

BANJAREJO, (04/10) – Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo menggelar acara Bersih Desa atau dengan nama lain Rasulan, yang di hadiri oleh Camat Donomulyo Marendra H. Irawan, S.STP, M.Ap, Sekretaris Camat Donomulyo beserta staf Bhabinkamtibnas Desa Banjarejo, Babinsa Desa Banjarejo, Kepala Desa se Kecamatan donomulyo beserta ibu dan Warga masyarakat Desa Banjarejo, puncak acara di adakan Gebyar Wayang Kulit semalam sutut. Untuk melestarikan budaya yang turun temurun di Desa Banjarejo melaksanakan Bersih Desa, dengan mengamati berbagai kegiatan yang ada pada acara adat Bersih Desa/Majemukan tersebut kiranya dapat kita ambil maknanya; Adanya rasa takwa dan hormat terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ini dapat dilihat adanya kegiatan doa bersama dalam kenduri Balai Desa secara bersama dan juga adanya sesaji yang dimanifestasikan Dewi Sri sebagai dewa penolong terhadap keberhasilan para petani. Adanya perilaku rasa penghormatan terhadap orang yang lebih tua atau yang lebih dulu ada. Ini memberikan suatu tauladan bahwa yang muda sudah sewajarnya memberi hormat kepada yang lebih tua. Bagaimanapun orang yang lebih tua itu sebagai panutan. Adanya rasa kebersamaan persatuan, gotong-royong berarti menghilangkan individualisme dan egoistis. Ini dapat kita lihat dalam kerja sama dalam melaksanakan keberhasilan kenduri bersama. Adanya sikap perilaku kemanusiaan ini bisa kita lihat dengan cara membagi sedekah/makanan kepada fakir miskin/peminta-minta waktu kenduri bersama. Mengajarkan tentang kesehatan, kebersihan, jalan-jalan sepi dan lain-lain, sehingga akan membuat keindahan di samping kesehatan. Mengajarkan tentang kehidupan yang teratur, penghematan dan pemanfaatan. Penyimpangan hasil panen padi ke dalam lumbung dengan maksud agar para petani tidak mengalami kekurangan, sehingga akan tercapai pengaturan ekonomi yang baik. Banjarejo,!!,(04/10).

0 31

DONOMULYO, (26/09) – Pantai Wisata Jongring Saloko Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo mengadakan Upacara adat labuhan Jongring Saloko. Labuhan menjadikan masyarakat yang tinggal daerah Desa Mentaraman masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi. Sebagai bentuk upaya pelestarian tradisi, berbagai upacara dan ritual masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat Desa Mentaraman. Meski banyak dari kegiatan budaya tersebut, kini hanya menjadi seremoni belaka, dan kehilangan ruhnya yang utama, upacara-upacara tersebut masih tetap mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Sehingga setiap kali dilaksanakan selalu mendapatkan sambutan yang meriah. Salah satu dari sekian banyak upacara adat yang di lakukan adalah prosesi Labuhan,!!,(02/10).

0 21

DONOMULYO (04/09) – Camat Donmulyo Marendra H. Irawan, S.STP, M.Ap, menghadiri acara Seni Budaya Wayang Kulit di Dusun Karangrejo Desa Purworejo. Wayang kulit adalah seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari setengah milenium. Kemunculannya memiliki cerita tersendiri, terkait dengan masuknya Islam Jawa. Salah satu anggota Wali Songo menciptakannya dengan mengadopsi Wayang Beber yang berkembang pada masa kejayaan Hindu-Budha. Adopsi itu dilakukan karena wayang terlanjur lekat dengan orang Jawa sehingga menjadi media yang tepat untuk dakwah menyebarkan Islam, sementara agama Islam melarang bentuk seni rupa. Alhasil, diciptakan wayang kulit dimana orang hanya bisa melihat bayangan.Cerita wayang bersumber pada beberapa kitab tua misalnya Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa dan Purwakanda. Kini, juga terdapat buku-buku yang memuat lakon gubahan dan karangan yang selama ratusan tahun telah disukai masyarakat Abimanyu kerem, Doraweca, Suryatmaja Maling dan sebagainya. Diantara semua kitab tua yang dipakai, Kitab Purwakanda adalah yang paling sering digunakan oleh dalang. Pagelaran wayang kulit dimulai ketika sang dalang telah mengeluarkan gunungan,!!,(14/09).

0 66

DONOMULYO, (09/07) – Untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintahan tingkat Kecamatan Donomulyo menggelar acara Halal bi Halal yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Donomulyo. Dengan suasana yang penuh kekeluargaan dan meriah saat acara Halal Bi Halal Idul Fitri 1439 H digelar.

Mengakhiri sambutannya Kepala KUA Kecamatan Donomulyo mengatakan sebagai manusia yang kembali fitrah setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan hendaknya mampu menanamkan sifat-sifat yang terpuji dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun sifat tersebut seperti Ikfah yang artinya mempunyai keteguhan hati dalam pendirian, Konaah selalu bersikap apa adanya dan tidak ambisius, Sajaah selalu bergembira, bersyukur dengan apa yang telah dianugerahkan Allah terhadapnya dan Amanah selalu menyampaikankan segala sesuatu dengan baik dan benar,(10/07),!!.

0 130

DONOMULYO, (03/12) – Pantai Wisata Ngliyep Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo mengadakan labuhan Maulid Nabi Muhammad SAW. Labuhan menjadikan masyarakat yang tinggal daerah Desa Kedungsalam masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi. Sebagai bentuk upaya pelestarian tradisi, berbagai upacara dan ritual masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kedungsalam. Meski banyak dari kegiatan budaya tersebut, kini hanya menjadi seremoni belaka, dan kehilangan ruhnya yang utama, upacara-upacara tersebut masih tetap mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Sehingga setiap kali dilaksanakan selalu mendapatkan sambutan yang meriah. Salah satu dari sekian banyak upacara adat yang di lakukan adalah prosesi Labuhan,!!,(19/12).

0 286

DONOMULYO (05/11) – Pantai Kondang Bandung Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, mengadakan kegiatan upacara tradisional, Upacara, pemberian sesaji. Labuhan menjadikan masyarakat yang tinggal daerah Desa Purwodadi masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi. Sebagai bentuk upaya pelestarian tradisi, berbagai upacara dan ritual masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat Desa Purwodadi. Meski banyak dari kegiatan budaya tersebut, kini hanya menjadi seremoni belaka, dan kehilangan ruhnya yang utama, upacara-upacara tersebut masih tetap mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Sehingga setiap kali dilaksanakan selalu mendapatkan sambutan yang meriah oleh warga desa Purwodadi dan masyarakat sekitar. Salah satu dari sekian banyak upacara adat yang di lakukan adalah prosesi Labuhan,,!!,(14/11).

0 357

DONOMULYO, (17/10) – Bertepatan dengan bulan Suro, Desa Purwodadi mengadakan hajatan yaitu bersih makam Eyang Sopo Nyono, turut hadir dalam acara tersebut yaitu Camat Donomulyo beserta staf, kepala Desa Purwodadi beserta Perangkat dan warga Sekitar makam Eyang Sopo Nyono. Warga Desa Purwodadi yang membersihkan makam dari Leluhur mereka dan di setiap lingkunganan masing – masing yang berada di wilayah Desa Purwodadi, dari semua warga yang berkumpul membawa ceting yang berisi nasi tumpeng dan lauk pauknya untuk di bagi dan di makan bersama di tempat yang telah di tentukan di masing masing lingkunganya setelah sesepuh lingkunganya membacakan do’a. Menurut Tokoh masyarakat di Desa Purwodadi, tradisi bersih makam ini di adakan tiap tahun yaitu di bulan suro dalam perhitungan jawa hari kamis malam jum’at kliwon sudah turun temurun sejak beradanya makam di Desa Purwodadi, bersih makam ini menurut tokoh masyarakat tradisi ini bertujuan rasa cintanya terhadap leluhur dan selamatan bersih makam bertujuan mendo’akan semoga semua leluhurnya yang sudah tiada mendapat selamat di akheratnya dan membawa berkah buat masyarakat, tradisi ini akan selalu ada dan di lestarikan di Desa Purwodadi,!!,( 23/10).

0 139

DONOMULYO, (12/10) – Bertempat Di Pendopo Desa Kedungsalam menggelar kegiatan bersih desa di pemakaman umum desa setempat. Acara dihadiri oleh Muspika,Dansatradar, Kerabat labuh, Purwolaras, Bpk.lpmd.karangtaruna, Paguyuban, sabdopanglaras jati, Paguyuban among gati, Reog singo manggolo yudho, Tomas dan toga, masyarakat desa kedungsalam yang hadir kurang lebih 300 orang. Kegiatan bersih desa ini merupakan kegiatan rutin tahunan seusai panen raya. Uniknya dalam acara bersih desa ini, warga memberikan penghormatan kepada leluhur dengan memberikan rokok, jajanan maupun tumpeng. Warga sejak pagi menggelar doa kepada leluhur di pemakaman desa setempat. Tidak hanya menabur bunga, namun disetiap makam yang dikunjungi pewarisnya ini diberi makanan yang disukai leluhur semasa hidupnya. Ada yang diberikan jajanan, rokok maupun tumpeng lengkap dengan lauk pauknya.
Kegiatan bersih desa ini merupakan bentuk syukur warga Desa Kedungsalam, usai berdoa bersama di makam, warga melakukan makan bersama di makam. Kegiatan ini tidak hanya digelar di malam saja, namun di dua tempat lainnya yang ada di desa tersebut yakni di pinggir sungai serta rumah kepala dusun. Dalam satu hari warga melakukan doa bersama ini di tiga tempat,!!,(13/12).

0 128

IMG_0002DONOMULYO (22/09) – Pantai Bantol Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, mengadakan kegiatan upacara tradisional, Upacara, memberi sesaji, yang menurut kepercayaan sebagian warga masyarakat setempat agar hasil laut bisa melimpah sekaligus mengembangkan seni budaya yang ada di desa Banjarejo, diberi nama Upacara Tradisional “Labuhan”. Acara dimaksut dihadiri lansung oleh Bapak Camat Donomulyo, Muspika Kec. Donomulyo, Kepala Desa se Kec. Donomulyo beserta perangkat, Sesepuh Pemangku Adat Labuhan. Pendatang dari daerah lain yang ikut menjadi pendukung upacara tersebut. Sebagian mempunyai kepentingan atau hajat tertentu, dan sebagian membayar nadzar atau sebagai sarana ucapan terima kasih atas terkabulnya hajat mereka.,!!,(03/10).

0 265

IMG_0083DONOMULYO, (14/09) – Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo menggelar acara Bersih Desa atau dengan nama lain Rasulan, yang di hadiri oleh Camat Donomulyo, Muspika Kecamatan Donomulyo dan Warga masyarakat Desa Sumberoto, puncak acara di adakan Gebyar Wayang Kulit semalam sutut. Meskipun ritual ini hanya berlangsung sehari saja, namun para warga antusias banget untuk hadir melihat hiburan yang berupa kesenian Jawa Wayang kulit,!!,(27/09).